Azkadinaku ( News )
Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan keras terkait program biodiesel B50.
Saat meresmikan lima bendungan Jum'at ( 10/07/2026) , ia menyebut masih ada pihak-pihak yang menolak penerapan B50 karena diduga memiliki kepentingan dalam bisnis impor solar.
Menurut Prabowo, sejak awal pengembangan biodiesel, berbagai alasan teknis terus dimunculkan untuk menggagalkan program tersebut. Mulai dari kekhawatiran mesin kendaraan rusak hingga anggapan industri otomotif belum siap. Namun, ia menilai alasan-alasan itu hanyalah dalih untuk mempertahankan ketergantungan pada impor BBM.
"Maunya kita terus impor, karena dari impor itu ada komisi," tegas Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menjelaskan, jika program B50 berjalan penuh, Indonesia diperkirakan dapat menghemat devisa hingga sekitar Rp170 triliun karena berkurangnya impor solar. Ia kemudian memberikan ilustrasi, apabila ada komisi sebesar 20 persen dari nilai tersebut, maka angkanya bisa mencapai sekitar Rp34 triliun.
Menurutnya, uang sebesar itu diduga selama ini hanya dinikmati oleh segelintir orang yang memperoleh keuntungan dari aktivitas impor energi.
Presiden juga menegaskan pemerintah tidak akan mundur menghadapi berbagai kepentingan yang menghambat upaya menuju kemandirian energi. Ia memastikan pemerintah akan terus mendorong program B50 sebagai bagian dari strategi mengurangi impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik. Kini muncul pertanyaan yang ramai diperbincangkan: apakah dugaan mengenai pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari impor solar akan ditindaklanjuti dengan pengungkapan identitas dan proses hukum, atau akan berhenti sebagai pernyataan politik semata. (***)
Beri komentar dengan bijak