Sebelum diperbaiki
Ketika pemerintah desa tak kunjung mengambil langkah nyata, warga RT 03 RW 01 Desa Campaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, memilih bertindak sendiri.
Jalan desa yang rusak parah dan membahayakan keselamatan akhirnya diperbaiki secara swadaya melalui gotong royong, Kamis (25/12/2025).
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas pertanian, akses pendidikan, hingga pergerakan ekonomi harian. Namun, kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu belum juga mendapatkan penanganan serius dari pemerintah desa.
Saat musim hujan, kondisi jalan yang licin dan berlubang kerap menghambat aktivitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan. Ketiadaan perbaikan permanen memaksa warga mengambil inisiatif darurat.
Melalui remojong, warga menambal jalan menggunakan material seadanya demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Setelah diperbaiki
Langkah gotong royong ini bukan lahir dari ketersediaan sumber daya, melainkan dari ketiadaan kepastian tindak lanjut pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Warga menilai, menunggu terlalu lama justru berarti membiarkan risiko terus mengancam.
Elvo Samsi, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa. Namun hingga kini, realisasi anggaran tak kunjung ada.
“Sudah lama diusulkan, tapi selalu alasan belum ada anggaran. Padahal ini jalan utama warga. Kalau terus menunggu, risikonya makin besar,” ujar Elvo.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai skala prioritas penggunaan anggaran desa. Di tengah kewajiban pemerintah desa menjamin akses infrastruktur dasar, warga justru dipaksa menutup kekosongan peran negara dengan biaya dan tenaga sendiri.
Warga berharap pemerintah desa tidak hanya hadir dalam dokumen perencanaan, tetapi juga bertanggung jawab dalam pelaksanaan. Perbaikan jalan secara permanen dinilai mendesak agar keselamatan warga tidak terus dikorbankan akibat lambannya pengambilan kebijakan.
Gotong royong warga Desa Campaka menjadi potret kuat solidaritas sosial. Namun pada saat yang sama, ia juga mencerminkan kegagalan negara di level paling dekat dengan masyarakat ketika persoalan infrastruktur dasar dibiarkan berlarut-larut. (***)
Beri komentar dengan bijak