Combine harvester mangkrak di Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal menjadi sorotan publik. Mesin combine harvester bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tersebut kini tidak dapat berfungsi dan terparkir di halaman Balai Desa Brekat.
Bantuan combine harvester pemerintah ini sejatinya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas panen petani. Namun hingga saat ini, aset pertanian Desa Brekat tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani setempat.
Kepala Desa Brekat, Sabar, membenarkan bahwa combine harvester Kabupaten Tegal tersebut sempat digunakan dalam kegiatan panen. Namun dalam perjalanan waktu, mesin mengalami kendala hingga akhirnya berhenti beroperasi dan diamankan di Balai Desa
Saat dikonfirmasi di Balai Desa Brekat pada Jumat (2/1/2026), Sabar mengungkapkan bahwa persoalan combine harvester mangkrak ini berkaitan erat dengan ketidakjelasan administrasi dan pengelolaan aset desa sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.
“Sejarahnya, saat saya menjadi kepala desa. melakukan kroscek data arsip, terdapat data alat-alat pertanian, yang ternyata barangnya tidak diketahui keberadaannya. Salah satunya combine yang terpantau di Brebes dan saya ambil. Untuk alat berat lainnya masih hilang,” ujar Sabar.
Ia menjelaskan, bantuan alat pertanian 2019 berupa combine harvester tersebut memang pernah difungsikan. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kerusakan, apakah akibat faktor teknis, minim perawatan, atau lemahnya sistem pengelolaan aset pertanian desa.
Temuan bahwa combine harvester sempat berada di luar wilayah Desa Brekat memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap aset bantuan pemerintah. Bahkan, kepala desa mengungkapkan masih terdapat alat pertanian berat lainnya yang keberadaannya belum diketahui.
Kondisi combine harvester mangkrak di Desa Brekat ini menimbulkan pertanyaan serius terkait akuntabilitas penyaluran bantuan hibah pemerintah. Tanpa kejelasan data aset, jumlah bantuan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan, manfaat bantuan bagi Gapoktan Desa Brekat tidak akan maksimal.
Hingga kini, aset pertanian Desa Brekat berupa combine harvester masih tersimpan di Balai Desa. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai audit aset bantuan pertanian, rencana perbaikan mesin, maupun penelusuran alat pertanian lain yang dilaporkan hilang.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi, pengawasan, dan tata kelola bantuan alat pertanian pemerintah. Tanpa sistem yang jelas, bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani justru berpotensi menjadi aset mangkrak dan masalah berkepanjangan. ( *** )
Beri komentar dengan bijak